Bedah Buku: Merapikan Jala Kehidupan di Era AI dan Disrupsi Teknologi

Kompleks Xaverius Kotabumi-Sabtu, 3 Oktober 2026 menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Merapikan Jala Kehidupan di Era AI dan Disrupsi Teknologi”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh keluarga besar Xaverius untuk melihat kembali peran manusia dan pendidikan Katolik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang semakin cepat.

Kegiatan ini menghadirkan RD Nicolaus Heru Andrianto sebagai narasumber. Hadir pula RD Pius Wahyo Adityo Raharjo serta perwakilan Ketua Yayasan Xaverius Tanjung Karang, Gisik Priambo, S.Pd.

Peserta kegiatan terdiri dari SDM dan tenaga pendidik Xaverius Kotabumi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para tamu undangan, yaitu DPP Paroki Kabar Gembira Kotabumi, perwakilan ketua-ketua stasi terdekat, serta perwakilan orangtua peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Yayasan Xaverius Tanjung Karang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan sambutan-sambutan.

Memasuki acara utama, RD Nicolaus Heru Andrianto menyampaikan materi bedah buku yang mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya melihat perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan disrupsi teknologi sebagai sebuah kemajuan, tetapi juga sebagai sebuah tantangan bagi kehidupan manusia dan dunia pendidikan.

Makna “merapikan jala kehidupan” menjadi sebuah ajakan untuk melihat kembali perjalanan hidup dan karya pendidikan yang selama ini dijalankan. Jala yang kusut perlu dirapikan agar dapat kembali digunakan dengan baik. Demikian pula kehidupan manusia perlu terus ditata, diperbaiki, dan diperbarui.

”Merapikan jala kehidupan merupakan sebuah proses pertobatan, yaitu keberanian untuk melihat kembali apa yang perlu diperbaiki dalam diri, dalam relasi dengan sesama, maupun dalam menjalankan tugas dan panggilan sebagai pendidik”. Ucap RD Nicolaus Heru

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, manusia tidak boleh kehilangan arah dan martabatnya. Kehadiran AI seharusnya tidak membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, melainkan mendorong manusia untuk semakin menyadari bahwa teknologi hanyalah sarana. Martabat manusia, karakter, iman, dan relasi dengan sesama tetap menjadi dasar yang tidak boleh ditinggalkan.

Dalam konteks pendidikan Katolik, refleksi ini menjadi semakin penting. Pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan dan kecakapan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang membentuk manusia yang memiliki karakter, beriman, mampu mencintai sesama, bertanggung jawab, dan memiliki harapan.

Kegiatan bedah buku ini menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk berefleksi dan menyadari bahwa menjadi pendidik di zaman sekarang berarti terus belajar dan berbenah. Teknologi boleh berkembang, tetapi nilai kemanusiaan dan karakter harus tetap menjadi dasar.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini, mulai dari yayasan, tenaga pendidik, pihak gereja, perwakilan stasi, hingga orangtua peserta didik, menjadi tanda bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Membangun pendidikan Katolik yang kuat membutuhkan kerja sama dan komitmen dari seluruh pihak.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TK XAVERIUS KOTABUMI

Jl. Bukit Pesagi No.22, Kota Alam, Kabupaten Lampung Utara, 34516
Telp. (0724) 327443

© 2023 Created with Yayasan Xaverius Tanjung Karang